1 Nov 2012

Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas Hari Ke 1–3 Tentang Perawatan Payudara Dengan Minat Ibu Untuk Menyusui Di Rs Muhammadiyah Kota Kediri

Perawatan payudara merupakan kebutuhan perawatan diri yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan (Pilleteri A, 2002). Apalagi bagi ibu hamil dan menyusui, sangat berguna untuk kelancaran produksi ASI. Perawatan payudara tidak hanya dilakukan sebelum melahirkan, tapi juga dilakukan setelah melahirkan. Perawatan yang dilakukan terhadap payudara bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu sehingga memperlancar pengeluaran ASI (Huliana M, 2003).
Di Indonesia pengetahuan, kesadaran, kemampuan ibu dalam memberikan hak asasi ibu dan hak asasi bayi menikmati air susunya sangat memprihatinkan (suaramerdeka, 2008).Padahal seorang ibu dikodratkan untuk dapat memberikan ASI-nya pada bayi yang telah dilahirkannya. Dengan kodrat itu merupakan suatu proses alamiah dan juga merupakan tugas mulia bagi ibu sendiri demi keselamatan diri si bayi di kemudian hari (Manuaba, 1991).

Banyak ibu masih beranggapan bahwa aktifitas menyusui kerap dihubungkan dengan keindahan payudara. Pakar ASI dr Utami Roesli, Spesialis Anak, dalam sebuah seminar ASI mengungkapkan bahwa sesungguhnya bukan menyusui yang mengubah bentuk payudara, tapi proses kehamilanlah yang menyebabkan perubahan tersebut. Namun itu bukan berarti tidak ada cara membuat payudara indah dan kencang. Apalagi setelah persalinan dan di saat menyusui selain terlihat indah, perawatan payudara yang dilakukan dengan benar dan teratur akan memudahkan si kecil mengkonsumsi ASI (Suriviana, 2005).
Perawatan payudara dan puting sangat penting dalam proses laktasi. Kedua perawatan ini seringkali menjadi “penyelamat” bagi ibu dalam melewati masa-masa awal menyusui yang kadang terasa sangat berat. Misalnya jika terjadi puting lecet, seringkali lecetnya ringan saja. Awal yang baik niscaya membuat proses selanjutnya berjalan dengan baik pula. Dari awal yang baik tersebut tidak terlepas dari pengetahuan ibu sendiri dalam merawat payudaranya. Demikian halnya dengan menyusui, ibu yang lebih tahu tentang perawatan payudara maka cenderung mempunyai keinginan lebih besar dalam menyusui (riau pos, 2008). Pada sebuah penelitian tentang keberhasilan ibu menyusui, terdapat faktor penting tentang perawatan payudara, hal ini terbukti dengan diperolehnya data dari 115 ibu postpartum yang terbagi dalam dua kelompok, dimana angka keberhasilan menyusui pada 50 ibu yang tidak melakukan perawatan payudara adalah 26,8% Ini sangat rendah jika dibandingkan dengan 98,1% keberhasilan menyusui dari kelompok ibu yang melakukan perawatan payudara yang berjumlah 65 orang (Suririnah, 2006).
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di ruang nifas RS Muhammadiyah pada tanggal 1 Mei 2008, terdapat 5 ibu nifas, 4orang diantaranya menyatakan belum pernah melakukan perawatan payudara. Dari 4 orang tersebut, 3 diantaranya mengatakan memang tidak tahu bagaimana cara perawatannya, sedangkan yang seorang lagi mengatakan sudah pernah mendengar tentang perawatan payudara, akan tetapi hanya sedikit saja.Hal ini terbukti dengan tidak keluarnya ASI secara langsung, puting ibu yang kotor sehingga ibu kesulitan untuk menyusui,dan ada seorang ibu yang mengalami puting lecet. Dan jika itu terjadi, ibu akan cenderung memberikan susu formula agar bayinya tidak rewel.
Dari uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas tentang Perawatan Payudara dengan Minat Ibu untuk Menyusui di RS. Muhammadiyah Kota Kediri”.


Password :  T2ut31J3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah Yang Sopan Dan Kami Sangat tidak menghargai Komentar SPAM